Tahun ini, tidak banyak paroki yang merayakan Imlek dalam Perayaan Ekaristi, oleh sebab 19 Januari 2015 itu adalah hari Kamis sesudah Rabu Abu, jadi ada dalam Masa Prapaskah. Tetapi, mungkin perlu dicermati juga tulisan berikut: Surat dari Vikjen Jakarta, Klik dapat menjadi perbandingan mengapa ada yang merayakan Imlek di dalam Ekaristi yang bernuansa Mandarin (China) dan yang lain ada yang merayakannya juga dalam Ekaristi tetapi tetap dalam nuansa/suasana Prapaskah (hari Kamis sesudah Rabu Abu) sebagai intensi misa saja. Surat tersebut dapat menjadi bahan perbandingan dengan surat/edaran kebijakan di masing-masing Keuskupan.

 

Tetapi, lepas dari itu semua, kami mengucapkan Selamat Tahun baru China (Imlek) bagi yang merayakannya. Semoga kasih dan rahmat Allah mampu menjadi sarana yang mendukung kesejahteraan, rasa persaudaraan dalam masyarakat, kesehatan, kemakmuran, dan keselamatan dari berbagai hal buruk.

Berikut tulisan tahun 2011, tapi masih bisa juga menjadi bahan bacaan untuk kita jadikan bahan renungan: http://tuhankasihanilahkami.blogspot.com/2011/02/mengapa-kita-merayakan-misa-imlek.html