Persaudaraan, Jiwa Karmelit

Persaudaraan adalah unsur pokok dan merupakan perwujudan kesatuan hakiki antara cinta kasih akan Allah dan sesama. Persaudaraan sebagai unsur pokok spiritualitas Karmel diteguhkan ketika para Karmelit menerima nama resmi “Ordo Saudara-saudara Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel”. Kata “Saudara” dalam nama tersebut tidaklah bermakna dangkal tetapi menunjukkan cita-cita persaudaraan yang sedang bangkit di zaman itu, khususnya dalam gerakan pembaharuan yang dirintis oleh kelompok-kelompok mendikan dengan gagasan persaudaraan rasuli (menurut tradisi para rasul). Gagasan ini dapat kita baca juga dalam Kitab Suci yaitu dalam Kis 2:32-37 dan Kis 4:41-47.

Bagi para Karmelit, persaudaraan rasuli memilii nilai yang tinggi, yang membangun Gereja dan umat manusia sebagai benih pemenuhan rencana Allah, yakni persaytuan mesra dengan Allah dalam kesatuan seluruh unat manusia. Dengan melibatkan diri dalam Gereja miskin yang mengabdi, para Karmelit mau membaktikan persaudaraan yang sejati dan merobohkan tembok-tembok yang memisahkan manusia satu dari yang lain dan yang memecah belah umat.

Salah satu segi persaudaraan adalah kontak dan kedekatan dengan masyarakat. Para Karmelitsebagai bagian dari Gereja yang menurut hakikatnya adalah misioner, menyadari tugasnya untuk menyebarkan warta kebenaran Injil yang membebaskan semua orang. Sebagaimana Kristus melaksanakan karya penyelamatan manusia bukannya bagaikan seorang pendatang atau seorang asing yang tidak terlibat dalam sejarah dunia, melainkan membaurkan diriNya dengan umatNya maupun dengan seluruh umat manusia.Para Karmelit bersolidaritas dengan sesama dalam konteks kebudayaan dan masyarakat sekitarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *