Berdoa Bersama Elia dan Maria

Elia dan Maria selain berperan sebagai tokoh inspirator para Karmelit juga berperan sebagai guru dan sekaligus teman berdoa. Dari mereka berdua, para Karmelit belajar bagaimana harus berdoa kepada Allah.

 

Berdoa bersama Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel

Sebagai pengikut Maria, para Karmelit sangat menghargai praktek kesalehan dan devosi kepada Bunda Perawan yang telah diajarkan selama berabad-abad oleh magisterium Gereja dengan tetap mempertahankan bentuk-bentuk devosi tradisional kepada Maria (misalnya: mengenakan skapulir, berdoa rosario), bentuk-bentuk devosi baru hendaknya diperkenalkan. Para Karmelit menyatakan devosi mereka kepada Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel dengan merayakan pestanya dengan meriah setiap tahun. Pada hari Sabtu para Karmelit merayakan misa votif Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel dan ibadat harian Santa Maria. Selain itu setiap saat komunitas berkumpul para Karmelit menyanyikan Flos Carmeli, Salve Regina atau antifon Maria lainnya, menurut masa liturgi.
 
 Berdoa bersama Elia
 
Bagi para Karmelit Elia adalah mistikus yang setelah perjalanan jauh dan melelahkan, belajar membaca tanda-tanda baru kehadiran Allah. Dari Elia, para karmelit belajar menjadi pertapa padang gurun, yang dengan hati yang tak terbagi berdiri di hadapan Allah, mengabdikan diri seutuhnya kepada Allah, mengutamakan pengabdian mereka kepada perkara Allah, dan terbakar oleh cinta yang hangat akan Allah. Bersama Elia, para Karmelit berusaha membiarkan dirinya dibimbing oleh Roh dan Sabda, yang mengakar dalam hatinya, untuk memberi kesaksian akan kehadiran ilahi di dalam dunia, dengan membiarkan Allah menjadi sungguh-sungguh Allah dalam hidupnya.