Berdoa Bersama Maria

Elia dan Maria selain berperan sebagai tokoh inspirator para Karmelit juga berperan sebagai guru dan sekaligus teman berdoa. Dari mereka berdua, para Karmelit belajar bagaimana harus berdoa kepada Allah.

Berdoa bersama Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel

Sebagai pengikut Maria, para Karmelit sangat menghargai praktek kesalehan dan devosi kepada Bunda Perawan yang telah diajarkan selama berabad-abad oleh magisterium Gereja dengan tetap mempertahankan bentuk-bentuk devosi tradisional kepada Maria (misalnya: mengenakan skapulir, berdoa rosario), bentuk-bentuk devosi baru hendaknya diperkenalkan. Para Karmelit menyatakan devosi mereka kepada Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel dengan merayakan pestanya dengan meriah setiap tahun. Pada hari Sabtu para Karmelit merayakan misa votif Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel dan ibadat harian Santa Maria. Selain itu setiap saat komunitas berkumpul para Karmelit menyanyikan Flos Carmeli, Salve Regina atau antifon Maria lainnya, menurut masa liturgi.