Sejarah di Indonesia

Pada tahun 1896-1923, para Imam Yesuit melayani daerah-daerah eks. Karesidenan Malang, Bondowoso, dan Madura karena wilayah tersebut termasuk bagian Vikariat Batavia (Jakarta). Pada tanggal 19 Februari 1923, Sacra Congregatio de Propaganda Fide di Roma menawarkan kepada Provinsi Karmel Belanda untuk mengambil daerah tersebut sebagai daerah misi Ordo Karmel. Tawaran ini diterima dan segera diadakan persiapan untuk mengambil alih wilayah pelayanan misi dari Serikat Yesus. Serah terima ini terjadi di Malang.

Karya dan pelayanan para Karmelit mulai menampakkan hasil dengan adanya para calon dari putra Indonesia. Pada tahun 1929, berangkatlah Gerardus Majella Singgih Padmowijoyo ke Belanda untuk memasuki masa novisiat di Boxmeer. Beliau ditahbiskan menjadi imam Karmelit Indonesia yang pertama pada tanggal 11 Juli 1937.

Melihat adanya perkembangan pesat yang dialami Indonesia, Curia Jenderal di Roma menilai bahwa sudah waktunya untuk meningkatkan status Karmel Indonesia menjadi Komisariat Jenderal pada tahun 1960. Kemudian setelah melalui persiapan selama tujuh tahun sebagai Komisariat Jenderal, pada tahun 1967 Ordo Karmel di Indonesia ditingkatkan statusnya menjadi Provinsi. Setelah menjadi provinsi, Ordo Karmel Provinsi Indonesia membuka banyak ladang baru di berbagai wilayah Keuskupan.