Sejarah Awal

Sejarah Ordo Karmel bukanlah selama satu atau dua abad tetapi sudah lebih dari delapan abad. Sejarah Ordo Karmel bermula pada abad XII di Yerusalem dan kemudian bergulir terus hingga saat ini di berbagai belahan dunia.

Ordo Karmel berawal dari Gunung Karmel di Tanah Suci dekat kota Haifa, dekat sumber yang disebut dengan sumber Elia. Sekitar abad XII, banyak para pertapa dari Barat pergi ke Gunung Karmel untuk bertapa dan berdoa karena tebing-tebingnya yang hijau, lembah-lembah dan pemandangan yang indah ke arah Laut Tengah. Para pertapa yang tinggal di Gunung Karmel menghayati spiritualitas peziarahan ke tempat-tempat suci yang pada zaman itu dipandang sebagai sarana dalam mencari Kerajaan Allah.

Mereka juga mengikat diri dengan kaul suci untuk memberikan suatu pelayanan kepada Kristus (Vivere in Obsequio Iesu Christi). Mereka mempunyai devosi yang besar kepada Bunda Maria. Mereka mempersembahkan sebuah kapel di Gunung Karmel kepada Bunda Maria. Mereka meyakini bahwa tempat di mana mereka mendirikan kapel biaranya itu adalah lokasi di mana gua Elia berada. Lokasi ini berada di ketinggian 1.700 kaki di atas laut pada sisi ujung barat laut pegunungan tersebut, dan memang tempat itu merupakan tempat tertinggi di seluruh pegunungan tersebut.

Kelompok yang berkembang ini kemudian menghubungi Albertus, patriark Yerusalem, untuk memintanya memberikan suatu pedoman hidup (regula). Albertus memberikan cara hidup tersebut dalam wujud formula vitae antara tahun 1206 ? 1214. Dengan penulisan pedoman hidup ini, Santo Albertus menetapkan kelompok pertapa di Gunung Karmel menjadi satu persekutuan dan menempatkan mereka dalam suatu tahap transisi dari awam ke kehidupan religious.