Beato Dionisius dan Redemptus

29 November

BEATO DIONISIUS DARI KELAHIRAN OCD

DAN REDEMPTUS DARI SALIB OCD

(Peringatan Wajib untuk Provinsi Indonesia, Ordo peringatan Fakultatif)

 

Riwayat Hidup

Beato Dionisius dari Kelahiran dan Redemptus dari Salib dirayakan Ordo Karmel secara bersamaan walaupun kedua Orang Kudus Karmel ini memiliki asal berbeda. Mereka mati di tempat sama, di Aceh, Sumatera dalam waktu hampir bersamaan.

Dionisius dari Kelahiran, sebelum menjadi Karmelit dipanggil dengan Pierre (Petrus) Berthelot. Ia lahir di Honfleur (Calvados, Perancis) pada tanggal 12 Desember 1600. Ia adalah anak sulung dari sepuluh bersaudara.Dionisius dari Kelahiran belajar navigasi yang pada waktu itu sangat digemari banyak orang. Periode itu ditandai dengan pelayaran untuk keperluan daerah koloni dan perdagangan. Pada usia belia, Dionisius dari Kelahiran sudah menjadi kapten kapal dagang. Ia telah sering berlayar ke Spanyol, Inggris dan bahkan sampai ke Amerika. Pada tahun 1619 ia berlayar ke India dan ia juga membuat peta perjalanannya tersebut dengan berbagai catatan. Peta karya Dionisius dari Kelahiran ini masih tersimpan baik di Museum Inggris dengan kode Ms. Sloan 197.

Dengan alasan tidak jelas, pada tahun 1635, Dionisius dari Kelahiran berada di Goa, India Selatan. Berkat bimbingan Romo Filipus dari Tritunggal Maha Kudus, Dionisius dari Kelahiran masuk biara Karmel Tidak Berkasut di Goa. Sekitar tiga tahun kemudian, tepatnya 25 Desember 1636, ia mengucapkan profesi dengan mengambil nama Dionisius dari Kelahiran. Kurang dari dua tahun setelah profesi, 24 Agustus 1638, ia menerima tahbisan Imam. Menurut kesaksian Romo Filipus dari Tritunggal Maha Kudus, sejak Dionisius dari Kelahiran masuk Karmel, ia selalu menjadi teladan dalam kebajikan bagi para Saudara lainnya. Hidupnya selalu ditandai dengan kontemplasi dan aksi.

Pada tahun 1638 wakil raja Pedro da Silva mengutus Souza de Castro menjadi duta di kerajaan Sultan Aceh, Sumatera. Calon duta ini menginginkan agar Dionisius dari Kelahiran juga ikut sebagai pembimbing spiritual dansekaligus sebagai pimpinan pelayaran.

Bersama dengan Dionisius dari Kelahiran, Redemptus dari Salib juga ikut serta dalam pelayaran ke Aceh, Sumatera. Redemptus dari Salib yang nama kecilnya adalah Tom├ís Rodrigues da Cunha, lahir di Paredes pada 15 Maret 1598. Ia sampai ke Goa, India sebagai tentara Portugis. Ia masuk Karmel Tidak Berkasut di Goa pada tahun 1615 dan mengambil nama biara Redemptus dari Salib.

Kedua saudara ini, Dionisius dari Kelahiran dan Redemptus dari Salib berangkat meninggalkan Goa pada 25 September 1638 dan satu bulan kemudian (25 Oktober 1638) mereka sampai ke Aceh, Sumatera. Sesampai di tujuan, mereka bukan diterima dengan baik sebagai duta, malah sebaliknya, mereka ditangkap dan harus mendekam di penjara. Bersaman dengan kedua Karmelit ini, juga dipenjarakan beberapa misionaris dan umat beriman lainnya. Iman Dionisius dari Kelahiran dan Redemptus dari Salib berserta tahanan lainnya mendapat ujian berat. Mereka dipaksa agar meninggalkan iman mereka dan memeluk agama Islam. Selama di penjara,Dionisius dari Kelahiran dan Redemptus dari Salib tetap menunjukkan kelembutan hati kepada orang-orang di dipenjarakan. Mereka berdua berusaha membantu para tahanan terlebih-lebih dengan kata-kata bijaksana.

Redemptus dari Salib meninggal bersama-sama dengan tahanan lain di tangan para penghunus pedang, sementara itu Dionisius dari Kelahiran mendapat kemartiran paling akhir dari semua tahanan juga dengan ayunan pedang yang membelah kepalanya. Peristiwa itu terjadi pada tanggal 29 November 1938.

 

Beatifikasi

Dionisius dari Kelahiran dan Redemptus dari Salib dibeatifikasi oleh Paus Leo XIII pada 10 Juni 1900.