450 Tahun Kelahiran St. Maria Magdalena de Pazzi

Berkenaan dengan perayaan 450 tahun kelahiran Santa Maria Magdalena de’Pazzi, kami para karmelit yang berkarya di Jakarta sepakat untuk merayakannya semampu kami. 

“Merayakan semampu kami”, karena pelayanan pastoral yang sudah terjadual sebelumnya cukup banyak dan menyedot sebagia besar waktu dan tenaga sehingga untuk mengurusi perayaan ini mesti mencari waktu-waktu sela. Yang ditunjuk sebagai ketua panitia pelaksanaan perayaan ini adalah Rm. Albertus Medyanto, O. Carm dengan anggota Rm. Kristianto Puji Sutrisno, O.Carm dan Rm. Stanislaus L, O.Carm. Walaupun tidak gampang mencari waktu untuk duduk bersama membahas rencana-rencana yang bisa dikerjakan, tetapi akhirnya beberapa kegiatan awal sudah bisa terlaksana juga.

 

1. OUTING 3 KOMUNITAS: MENGENAL SANTA MARIA MAGDALENA DE’PAZZI

Bentuk kegiatan yang kami adakan adalah menjadikan informasi riwayat hidup Santa Maria Magdalena De’Pazzi sebagai bahan refleksi bersama di salah satu pertemuan 3 rumah (Komunitas Pastoran “Maria Bunda Karmel”, Komunitas “Maria Madgalena de’Pazzi” dan Komunitas Pastoran “Maria Kusuma Karmel”). Pertemuan itu diadakan pada tanggal 30-31 Maret 2016 di d’Agape, Gadog.  

Hari pertama, tanggal 30 Maret, kami membahas bersama informasi tentang riwayat hidup Maria Magdalena de Pazzi. Dari riwayat hidup tersebut, kami belajar banyak hal terutama tentang upaya Madgalena de’Pazzi untuk berjalan dalam jalan kekudusan di biara Karmel Santa Maria Degli Angeli.

Kami mengagumi dan sekaligus juga berdiskusi panjang soal ekstase yang begitu banyak terjadi dalam kehidupan Maria Magdalena de’Pazzi. Kami merefleksikan perbedaan situasi sosial religius dan hidup kebiaraan jaman itu dan jaman sekarang, yang memunculkan olah kesalehan seperti yang dimiliki oleh Maria Magdalena de’Pazzi dan bentuk-bentuk kesalehan yang dihayati di jaman ini. Misalnya ketika masih dalam masa peninjaun di biara karmelites tersebut, Maria Magdalena begitu rindu menerima komuni Kudus yang saat itu tidak bisa dia terima setiap hari. Bahkan kerena kerinduannya itu, dia sampai meneteskan air mata ketika melihat para suster karmelites berbaris menerima komuni suci. Waktu itu, dia hanya diijinkan untuk menerima komuni suci seminggu 3x. Sementara, jaman kita ini sudah diijinkan siapapun yang tidak memiliki halangan, bisa menerima komuni suci setiap hari, namun kenyataannya tidak semua rindu seperti kerinduan Santa Maria magdalena de’Pazzi. 

- tunggu berita selanjutnya........